Masih Minim Politikus dari Kaum Hawa, KBI dan IPL Gelar Latihan Kepemimpinan Politik Perempuan di Sunda Kelapa

Masih Minim Politikus dari Kaum Hawa, KBI dan IPL Gelar Latihan Kepemimpinan Politik Perempuan di Sunda Kelapa

Masih Minim Politikus dari Kaum Hawa, KBI dan IPL Gelar Latihan Kepemimpinan Politik Perempuan di Sunda Kelapa

Masih Minim Politikus dari Kaum Hawa, KBI dan IPL Gelar Latihan Kepemimpinan Politik Perempuan di Sunda Kelapa
Masih Minim Politikus dari Kaum Hawa, KBI dan IPL Gelar Latihan Kepemimpinan Politik Perempuan di Sunda Kelapa

Indonesia adalah negara yang berdaulat serta negara yang dianggap sudah menjalankan sistem

demokrasi dengan baik. Apalagi salah satu tujuan dari gerakan reformasi adalah menyetarakan hak antara perempuan dan laki-laki disegala bidang.

Namun seiring berjalannya waktu dari mulai bergulirnya reformasi tahun 1998 hingga sampai saat ini tahun 2017, kesamaan hak tersebut dirasa masih belum terpenuhi. Emansipasi perempuan masih dianggap belum bisa terlaksana dilapangan.

Apalagi di eksekutif maupun legislatif, peran perempuan masih tergolong minim. Hal itu terjadi karena masih minimnya pendidikan poltik dari usia remaja, dimana para mahasiswi lebih memilih untuk profesi lain ketimbang berkecimpung dalam peraturan politik itu sendiri.

Untuk itulah, Komunitas Berdaya Indonesia (KBI) dan Institute Political Leadership

(IPL) pada hari Sabtu (18/2/2017) kemarin, menyelenggarakan acara Pelatihan Kepemimpinan Politik Perempuan.

Acara tersebut berlangsung di Aula Bundar Motiq Z , Mesjid Sunda Kelapa. Acara tersebut merupakan salah satu agenda besar KBI di Tahun 2017 ini.

Acara yang di moderatori oleh Amalia (Dosen Univ Bina Nusantara) dan Endah Cahya Immawati (ketua umum kohati pb hmi 2013-2015) ini berlangsung satu hari mulai dari pukul 08.00 WIB -16.30 WIB.

Acara tersebut dibuka lansung Direktur Utama KBI juga Direktur Intitute Political Leaderhip, Lely Wahyuniar, menghadirkan 4 narasumber yang sangat populer di dunia perpolitikan Indonesia yaitu, Siti Zuhro (Pengamat Politik, Peneliti Senior LIPI), Euis Fatayati ( Kabid Perempuan DPP PAN ), Lena Maryana Mukti ( Anggota DPR RI 2004/2009) dan Heru Susetyo,(Dosen UI dan Advocad Publik).

Adapun peserta dari acara ini berasal dari berbagai background seperti psikolog,

akademisi, dosen, perempuan partai politik, pers, mahasiswa dan organisasi perempuan lainnya yang berjumlah 40 peserta.

 

“Semoga saja acara ini menjadi bagian dari pendidikan politik untuk perempuan agar perempuan dapat mengerti dan memahami pokok pokok ilmu politik yang akan di implementasikan ke dalam dunia politik ketika berada di bidang eksekitif dan legislatif nantinya,”ujar Lely Wahyuniar selaku Direktur Utama Komunitas Berdaya Indonesia.

Namun dalam acara tersebut, Adhyaksa Dault yang merupakan pembina dari Institute Political Leadership tidak bisa hadir.

“Beliau tidak bisa hadir, karena ada agenda yang mendadak yang harus diselesaikan. Mungkin di acara selanjutnya kita bisa menghadirkan beliau lagi, kami atas nama panitia meminta maaf kepada seluruh peserta,” pungkasnya. ***

 

Baca Juga :

Posted on: October 13, 2019, by :