Gaya Bercerita yang Menarik untuk Anak

Gaya Bercerita yang Menarik untuk Anak

Orang-orang selalu beranggapan mendongeng sama dengan ceramah. Sebaiknya pemikiran seperti tersebut sedikit diubah. Ceramah yang terlampau lama bakal membosankan. Berikut ini ialah 5 gaya bercerita di samping ceramah yang akan menciptakan anak tertarik guna menyimaknya.

Menirukan Suara

Gaya bercerita yang menarik untuk anak supaya anak tidak bosan, Anda bisa menggunakan teknik ini. Pertama, siapkan terlebih dahulu pelajaran mendongeng Anda. Jika ada sejumlah tokoh seperti hewan dan manusia, usahakanlah untuk menirukan suaranya. Anak bakal lebih tertarik daripada melulu sekadar memperhatikan ceramah.

Gaya bercerita dengan menirukan suara ini memerlukan latihan. Ada sejumlah tipe suara yang barangkali dapat kita pelajari. Misalnya suara-suara dasar laksana suara bapak, ibu, dan anak. Suara hewan yang dasar laksana suara harimau, kucing, burung pun penting guna dipelajari.

Dengan menirukan suara-suara tersebut, anak bakal lebih tertarik. Suasana kebersamaan dengan anak akan kian erat dan Anda dapat mulai menjadi sahabat untuk anak. Di samping itu, anak pun merasa terhibur. Sekali waktu, berilah anak peluang untuk bercerita atau mendongeng; sebaliknya, kita yang menjadi pendengar.

Bernyanyi

Salah satu gaya bercerita yang digemari anak-anak ialah mendongeng seraya bernyanyi. Sisipkanlah lagu di antara kisah Anda. Ajaklah anak-anak berdendang sederhana. Anda bisa menyanyi lagu-lagu anak maupun membuat lagu sendiri.

Keuntungan bercerita seraya bernyanyi ialah menciptakan hubungan yang akrab antara kita dengan anak. Anak pun akan mengenal sejumlah lagu anak yang tidak sedikit unsur nasihatnya.

Bernyanyi disertai gerakan akan menciptakan anak merasa senang. Di samping itu, tidak boleh lupa guna memasukkan nilai moral pada lirik lagu yang kita ajarkan. Nah, supaya cerita kita berkesinambungan, terdapat baiknya suatu ketika nanti ulangi lagu tersebut. Hal tersebut pun untuk membangunkan memori anak.

Bertepuk

Salah satu gaya bercerita seraya memanfaatkan gerakan ialah membuat tepukan-tepukan. Di sela-sela bercerita, Anda bisa mengajarkan sejumlah jenis tepukan untuk memeriahkan suasana.

Anda pasti ingat tepukan-tepukan pramuka. Nah, tepukan seperti tersebut dapat kita ajarkan pada anak. Misalnya, tepuk sehat, disertai dengan kata-kata doktrin hidup sehat: “tepuk anak sehat, rajin santap sayur, santap buah, minum susu, yes yes!”

Bermain Peran

Bermain peran terdapat kaitannya dengan bercerita seraya menirukan suara. Akan tetapi, di sini kita tidak sekadar menirukan suara tokoh, tetapi pun seolah-olah berperan menjadi figur tersebut.

Dapat disebutkan gaya bercerita ini merupakan teknik Anda guna berperan menjadi figur tersebut. Misalnya, kita berpura-pura menjadi orang tua yang tersesat di hutan. Sambil ber-acting di depan anak, kita memintanya guna bersikap ketika harus membantu nenek-nenek di hutan.

Lebih baik kita melibatkan Anak dalam bermain peran. Dengan kiat ini, kita dapat pun menambah sejumlah media guna menunjang peran dalam cerita. Misalnya, kostum yang serupa nenek-nenek.

Sumber : http://wizards.com/leaving.asp?url=https://www.pelajaran.co.id

Posted on: October 10, 2019, by :