Kerahkan Tim Pengawas Unas

Kerahkan Tim Pengawas Unas

Kerahkan Tim Pengawas Unas

Kerahkan Tim Pengawas Unas
Kerahkan Tim Pengawas Unas

BANDUNG – Ombudsman Perwakilan Jawa Barat akan kembali memantauan sekolah

saat menjalankan Ujian Nasional (Unas) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional 2017 (USBN).

Sebagai pengawas eksternal pelaksanaan UN dan USBN, Ombudsman mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan berbagai pelanggaran yang terjadi ketika pelaksanaan UN dan USBN. Sebab, sejak mengawasi pelaksanaan ujian dari 2013 hingga 2016 masih banyak terjadi pelanggaran yang sering terulang.

Asistern Ombudsman Jabar Noer Adhe Purnama memaparkan, meskipun saat ini ujian sudah berbasis digital, namun tak menutup kemungkinan banyak pihak yang curang.

”Setiap tahun selalu saja ada penyimpangan prosedur. Dan hal itu biasanya dilakukan oleh pengawas. Lalu masih ada juga siswa yang diperbolehkan membawa alat komunikasi sehingga membuat peluang untuk mencontek. Setelah itu, masih banyak petugas yang membandel ketika harusnya menandatangani lembar jawaban di ruangan kelas. Tapi ini masih banyak yang menandatangani di ruang guru,” ujar Noer.

Pihaknya juga membuat posko pengaduan agar jika siswa menemiukan kecurangan, mereka dituntut

aktif untuk melaporkan dan tidak takut. ”Jangan sampai target untuk mengikuti UNBK itu memberatkan pihak sekolah dan juga orangtua. Apalagi jika sampai terjadi pungli itu pasti akan ditindak tegas,” ujar Noer.

Pada tahun ini, Ombudsman mengerahkan satu tim yang terdiri dari 10 orang yang ditugaskan untuk memantau sekolah-sekolah di Jawa Barat. ”Sekolah-sekolah yang dipantau itu kita prioritaskan yang pelosok dulu, walaupun kota juga tidak luput dari pengawasan. Kota-kota yang mendapat pengawanan ada Sembilan. Yakni Kuningan, Purwakarta, Karawang, Kota Cimahi, Kabupaten Pangandaran, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Tasikmalaya,” ujar Noer.

Menurut dia, Kota Bandung pun tidak luput dari kasus, baik sekolah swasta atau negeri

. ”Karena hal ini kami juga sekarang tidak akan membedakan sekolah yang akan kami pantau karena kasusnya saat ini sudah bersal dari mana-mana,” tutup Noer.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

 

Posted on: September 29, 2019, by :