Peristiwa Pertumbuhan Pribadi Manusia

Peristiwa Pertumbuhan Pribadi Manusia

Peristiwa Pertumbuhan Pribadi Manusia – Peristiwa pertumbuhan spesial manusia bertolak dari peristiwa awal hereditas. Manusia terbentuk dari materiil yang lemah. Materiil yang dimaksudkan adalah materiil genetis. Pertumbuhan genetis manusia tidak jauh berlainan bersama dengan pertumbuhan genetis terhadap hewan, dikarenakan keduanya merupakan organisme. Setiap organisme tumbuh dari keadaan simple bersama dengan satu sel tunggal jadi banyak sel dan membentuk organisme yang bersusunan terlampau kompleks. Pertumbuhan terhadap tiap-tiap individu di dalam segi sistem terdapat hal lazim yang sama, tetapi di dalam hal-hal yang spesifik belum pasti sama.

Berikut ini merupakan ilustrasi singkat berkenaan peristiwa pertumbuhan genetis manusia.
Manusia secara genetis, mulanya berlangsung dari satu sperma dan satu telur. Satu sperma memasuki sebuah telur dan satu individu baru menjadi membentuk diri. Kehidupan awal dari individu terlampau diperngaruhi oleh keadaan ibu, yaitu wanita yang mengandungnya. Sedangkan peranan ayah adalam menumbuhkan individu baru hanya mengimbuhkan bisa saja yang tepat supaya individu itu terkonsep. Apa pun yang dapat diturunkan oleh seorang ayah kepada anaknya adalah berbentuk sifat-sifat yang terdapat di di dalam satu sperma yang terbuahkan.

Setiap satu tetes air sperma dari pria saja sudah terdiri dari berjuta-juta sperma. Untuk dapat memandang sperma ini orang kudu membidikkan mikroskop untuk memahami bentuk dan pembawaan sperma, baru meraih bayangan yang tidak cukup jelas, lama sesudahnya orang baru dapat memandang bentuk sperma terdiri dari bentuk bergerak yang membawa bentuk menyerupai bulatan kepala dan berekor panjang. Dengan ekornya itu sperma-sperma bergerak dan berenang cepat mencari sasarannya. Lebih lanjut, orang mengidamkan memahami apa yang terdapat di di dalam kepala sperma, tetapi mengalami kesulitan.

Setelah bertahun-tahun orang berupaya meneliti, barulah diketahui, bahwa di dalam satu sperma yang kecil itu terdapat benda-benda teramat kecil sejumlah 24 yang disebut kromosom (chromosomes).

Ketika berjuta-juta sperma berenang memasuki rahim ibu, maka hanya satu di antaranya yang dapat sampai ke sasaran yaitu telur. Ketika sperma menembus dan memasuki telur, kepalanya menjadi mengakses dan mensenyawakan 24 kromosom yang tadinya terbungkus.

Karena besar telur adalah beribu-ribu kali besarnya sperma, maka mata telanjang kita dapat mengamatinya sebesar mata ular. Berat sebuah telur manusia diperkirakan sekitar seperjuta gram. Di di dalam telur berisikan bahan-bahan makanan bersama dengan satu bulatan kecil yang mudah yang disebut “nucleus”. Isi telur itu baru dapat dilihat bersama dengan mikroskop disaat sperma (yakni kepala saja) memasuki telur dan membiarkan 24 kromosomnya. Dalam waktu yang hampir bersamaan, “nucieus” di dalam telur pecah dan membiarkan pula 24 kromosomnya sebagai sumbangan dari pihak ibu untuk membentuk seorang anak.

Dengan demikian, individu baru menjadi terbentuk dari 48 kromosom, setiap kromosom membawa bentuk dan pembawaan yang berbeda-beda. Dua puluh empat kromosom dari ayah dan dua puluh empat kromosom dari ibu, tiap-tiap berpasangan di di dalam indung telur. Dua puluh empat kromosom inilah penentu turunan fisik dari kehidupan spesial manusia. pertumbuhan berlanjut konsisten bersama dengan ada sistem “division” dan “redivision” (pembagian sel dan bagian pemisahan ulang terhadap sel-sel). Pembelahan dan perpasangan kromosom-kromosom menyerupai kronologis mata rantai membentuk layaknya halnya per yang makin lama makin merapat. Pada saat-saat tertentu, rapatan kromosom ini tumbuh ulang dan makin banyak membentuk butiran-butiran yang menyerupai embun yang disebut “beads”.

“Beads” berisikan “genes”, dan sejauh jangkauan ilmu pengetahuan, “genes” itu merupakan segi penentu hereditas. Setiap “gene” membawa manfaat spesifik di dalam pertumbuhan manusia.

Setelah itu semua, maka telur jadi masak dan masuklah saraf dari pihak ibu. Sel-sel tidak ulang tinggal bersama-sama. Tatkala kuantitas sel tetap terbatas, sel-sel itu menjadi mengadakan, “spesializing” (spesialisasi), yaitu beberapa bagian jadi sel-sel tulang, sel-sel kulit, sel-sel daging, sel-sel otak, sel-sel otot dan sebagainya. Semua sel yang sudah terspesialisasi ini tumbuh konsisten dan membentuk berbagai bagian dari tubuh manusia.

Di antara seluruh sel itu ada sejumlah sel spesifik dicadangkan untuk manfaat lain. Sel-sel itu adalah sel-sel “germ” yang terambil dari sperma dan telur yang dapat berfungsi sebagai bahan pembenihan. Apabila sistem ini berlangsung terhadap anak laki-laki, maka bahan inilah yang memproses sperma. Apabila sistem ini berlangsung terhadap anak perempuan, maka bahan inilah yang memproses telur-telur di dalam kandungan. Produksi benih itu dapat lebih nyata disaat anak menginjak pubertas. Proses memproses berlangsung konsisten sepanjang hidup atau hampir sepanjang hidup manusia.

Pertumbuhan sperma agak berlainan bersama dengan pertumbuhan sel-sel. Apabila sel bertumbuh dari luar “germ” maka seluruh bagian kromosom tumbuh. Namun di dalam sel-sel “germ, sel-sel hanya tumbuh dari tiap sepanjang sel, jadi setiap satu sel germ dapat jadi sepasang sperma, dan sperma tidak terbelah lagi. Jelasnya, dari satu sel “germ yang terdiri dari 48 kromosom hanya menghasilkan 2 sperma yang mana tiap-tiap sperma terdiri dari 24 kromosom.

Produksi sperma terhadap pria tidaklah terbatas. Sperma-sperma berlangsung dari sel-sel “germ” yang cadangan sel-sel ini dari th. ke th. tidak berkurang. Setiap satu kali persetubuhan pria mengeluarkan sekitar 200.000.000 sampai 600.000.000 sperma, maka segera setelah itu terproduksi ulang berjuta-juta sperma pengganti. Tubuh senantiasa mensuplai bahan-bahan memproses sperma, dan pekerjaan memproses ini secara mekanis layaknya kegiatan mesin meskipun tubuh sakit, terluka, atau ketuaan, paling-paling hanya kurangi kuantitas memproses normal.

Pada wanita, meskipun telur-telur termasuk berlangsung dari sel-sel “germ” tetapi kelangsungan pertumbuhannya berlainan bersama dengan pertumbuhan sperma. Pertumbuhan telur tidak meraih berjuta-juta jumlahnya. Ketika wanita meraih masa pubertas diinginkan secara normal hanya dapat mematangkan satu telur setiap bulan, ini pun hanya untuk semasa sekitar 35 tahun. Wanita sejak dilahirkan sudah memiliki sel-sel “germ” yang baru dapat siap memproses telur setelah wanita itu menginjak pubertas. Kromosom-kromosom yang dapat ia wariskan kepada anak-anaknya di kemudian hari, termasuk sudah terdapat di di dalam tiap-tiap telurnya. Proses pematangan telur hanya berbentuk pembesaran telur bersama dengan pengisian bahan-bahan makanan yang dipakai untuk memulai kehidupan individu baru.

Proses kejadian telur tidak jauh berlainan bersama dengan sistem kejadian sperma. Proses kejadian telur dari sel-sel “germ” ini disebut sistem “reduction”. Setiap telur hanya berlangsung dari separo kromosom ibu atau wanita. Perubahan-perubahan di dalam struktur kromosom dapat mempengaruhi pekerjaan gene. Apabila di dalam masa spesifik “genes” tetap berubah, maka sifat-sifat non-hereditas tak dapat berkembang, dan hal ini dapat membawa dampak ada pembawaan yang sama terhadap anak. Sifat-sifat yang dihasilkan dari pergantian “genes” adalah sifat-sifat yang hereditas. Dari sinilah tumbuh bakat atau pembawaan spesial seseorang, yaitu dikarenakan ada perubahan-perubahan terhadap “genes”.

Tidak seluruh segi spesial manusia adalah diwarisi dari orang tuanya. Hal-hal yang tidak diwariskan meliputi beberapa aspek, baik materiil pertumbuhan fisik, maupun mental. Dari sifat-sifat genes yang dimiliki, individu dapat saja jadi orang yang pemurung, periang, pendiam, lamban, ataupun cerdas. Akan tetapi, keadaan-keadaan fisik dan mental seperti; penyakit, kelelahan, kemiskinan, kegagalan atau kemalasan adalah tidak diwariskan, melainkan diperoleh dari pendidikan. Perlengkapan mental setiap individu sejak lahir adalah sama layaknya halnya terhadap orang dewasa begitu termasuk perlengkapan fisik. apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Kesamaan materiil hereditas dapat melahirkan individu-individu yang berlainan di dalam penampakan fisik. Hal ini termasuk belum pasti disebabkan dikarenakan segi hereditas, tetapi dikarenakan perbedaan keadaan pertumbuhan di dalam tubuh ibu-ibu yang melahirkannya. Dengan demikian, pertumbuhan berikut dipengaruhi, baik oleh hereditas maupun lingkungan.

Demikianlah sudah dibahas peristiwa pertumbuhan awal dari individu secara global. Dengan ulasan di atas kita dapat meraih uraian berkenaan apa dan bagaimana pertumbuhan itu terjadi. Pertumbuhan berlangsung secara fisiologis terhadap materiil kehidupan. Pertumbuhan materiil ternyata tidak hanya kuantitatif, tetapi termasuk kualitatif.

Baca Juga :

Usaha-Usaha Menanggulangi Pemanasan Global
Pertumbuhan Pribadi Manusia

Posted on: August 14, 2019, by :