Disdik Kota Bandung Pastikan Target RKB Tercapai Seratus Persen

Disdik Kota Bandung Pastikan Target RKB Tercapai Seratus Persen

Disdik Kota Bandung Pastikan Target RKB Tercapai Seratus Persen

Disdik Kota Bandung Pastikan Target RKB Tercapai Seratus Persen
Disdik Kota Bandung Pastikan Target RKB Tercapai Seratus Persen

. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung pastikan target pembangunan RKB

(ruang kelas baru) tahun 2018 tercapai 100 persen.

Hal tersebut disampaikan Kasie Sapras SD Disdik Kota Bandung Dani Nurohman melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, (2/1).

Dani menyebutkan total pembangunan RKB-nya ada 141 ruang kelas, di 40 SD. Sedangkan untuk SMP ada 52 ruang kelas baru yang dibangun di 25 sekolah. Untuk anggaran RKB SD sebesar Rp62 miliar, sedangkan RKB SMP Rp33 miliar.

“Alhamdulillah secara target tercapai 100 persen. Kami akan pantau terus hasil pembangunannya.

Ada beberapa bangunan baru yang tidak puas hasilnya. Seperti catnya sudah peang (memudar) dan lainnya. Kami akan komplain ke pihak pemborong untuk memperbaikinya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan minggu kedua bulan Januari 2019, ruang kelas baru yang telah dibangun sudah bisa dipakai untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolat itu.

“Apabila anggarannya mencukupi kita akan terus-terusan membangun. Kita memerlukan 2000-an RKB. Belum lagi memperbaiki ruang kelas yang rusak,” ungkap Dani.

Selanjutnya, Dani menambahkan, pembangunan RKB di sekolah yang kini dibangun, tahun 2019 akan berlanjut di sekolah terkait.

“Ya biar tuntas. Pembangunan tahun 2017 lantai satu, tahun 2018 lantai dua dan 2019 untuk lantai 3,” tuturnya.

Namun kata Dani hal itu pun apabila disetujui oleh pimpinannya atau dana memang ada.

Saat ditanya oleh majalahsora.com alasan apa yang menjadikan sekolah (SD dan SMP)

mendapat bantuan RKB, dirinya memaparkan bahwa yang mendapat bantuan merupakan sekolah yang benar-benar memerlukannya.

“Kami lihat skala prioritasnya. Seperti sekolahnya memang rusak, daya tampung peserta didik yang banyak. Apalagi kini menggunakan siatem zonasi. Jadi pembangunan RKB untuk memperkuat daya tampung siswa didik warga setempat,” katanya.

Dirinya berharap untuk sekolah yang belum mendapatkan bantuan RKB harus bersabar karena terbatasnya anggaran yang ada.

“Kalau anggarannya ada ya ingin secepatnya untuk semua sekolah yang membutuhkan bisa membangun RKB,” pungkasnya

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

Posted on: August 6, 2019, by :