Masih Titik Beratkan Skolastik, Sistem Pendidikan Harus Direformasi

Masih Titik Beratkan Skolastik, Sistem Pendidikan Harus Direformasi

Masih Titik Beratkan Skolastik, Sistem Pendidikan Harus Direformasi Masih Titik Beratkan Skolastik, Sistem Pendidikan Harus Direformasi

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini dinilai belum mampu menjawab perkembangan zaman.

Sistem saat ini masih menitikberatkan sekolah dan orangtua untuk “memaksa” anak-anak untuk menguasai kemampuan skolastis seperti membaca, berhitung, matematika, bahasa Inggris.

Sistem seperti itu membuat sekolah dan orangtua lupa mengimbangi

dengan pendidikan karakter bangsa Indonesia.

Baca Juga:

PBNU: Jangan Ada yang Berpikir Meniadakan Pendidikan Agama di Sekolah
DKI Juara Umum Olimpiade Sains Nasional Tingkat SMA

Untuk itu, sistem pendidikan saat ini dinilai harus direformasi total untuk membangun generasi bangsa yang lebih beradab.

“Pendidikan karakter harus menjadi program prioritas utama pemerintah dan kebijakan itu harus terbaca dalam kurikulum di semua level pendidikan mulai taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT). Di samping itu, harus menjadi gerakan sosial seluruh warga,” tutur Ketua Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Menurut Musdah, upaya menanamkan pendidikan karakter harus

dimulai dari pendidikan calon orang tua (parenting education) sebelum menikah. Artinya, para calon orangtua harus mendapatkan bimbingan intensif cara mendidik anak di masa serba digital seperti sekarang ini.

Mereka juga harus diberi wawasan kebangsaan dan pendidikan agama yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan parenting education, harap Musdah, para orangtua menjadi lebih siap dan paham cara mendidik anak, baik saat di rumah maupun di sekolah. Bersamaan dengan itu, pendidikan sekolah harus lebih kuat membangun aspek karakter dengan mengutamakan nilai-nilai, bukan mengajarkan teori semata.

“Guru harus terlebih dulu memberikan contoh teladan

. Karena itu perlu ada semacam reformasi total dalam pelaksanaan pendidikan mulai dari tingkat bawah sampai tinggi,” ujar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.

Dia menjelaskan, pendidkan termasuk pendidikan melalui media harus menjadi institusi utama dalam membangun moral bangsa. Selain itu harus ada upaya melakukan seleksi ketat terhadap konten media, terutama di media sosial (medsos), agar peserta didik tidak begitu saja mendapatkan konten-konten dari medsos.

Untuk itu, sambung Musdah, para pemimpin negara dan elite politik harus menjadi contoh teladan. Pasalnya, ucapan dan perilaku di muka publik harus mengutamakan nilai-nilai Pancasila dan sejalan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).

Sumber :

https://telegra.ph/Pengertian-Teks-Ulasan-Contoh-Ciri-Tujuan-Struktur-07-05

Posted on: July 15, 2019, by :