Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa

Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa

Usaha untuk menciptakan suatu perdamaian tetap nampak sehabis berakhirnya sebuah konflik / sebuah peperangan. Setiap manusia baru mengetahui betapa buruknya pengaruh dari perang sehabis mengetahui kengerian peperangan. Beberapa usaha perdamaian udah dilaksanakan oleh para tokoh dunia, keliru satunya seperti pemikiran Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat dari 1913 hingga 1921. Sebelum Amerika Serikat terlibat di dalam kancah Perang Dunia I, Woodrow Wilson udah mengajukan usulan peranan mengakhiri perang & menanggung terdapatnya perdamaian. Usulan Woodrow Wilson dikenal bersama nama Peace Without Victory. Isi dari usulan tersebut pada lain:

Tidak diperbolehkan terdapatnya perjanjian – perjanjian rahasia
Semua bangsa punyai kedudukan yang sama
Melakukan pengurangan perlombaan senjata

Usulan Woodrow Wilson tersebut lantas di deklarasikan bersama nama 14 Pasal Wilson ( Wilson’s Fourteen Point) terhadap tanggal 8 Januari 1918 & menjadi obyek Amerika Serikat untuk sesegera mungkin menyelesaikan peperangan. Dari 14 pasal tersebut, terkandung mengisi perlu yaitu;

Perjanjian rahasia tidak diperbolehkan
Pengurangan persenjatan
Bangsa-bangsa diberikan hak untk memilih nasib sendiri
Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa.

Dari empat belas pasal yang diusulkan yang mampu terlaksana cuma pembentukan Liga Bangsa- Bangsa yang didirikan terhadap tanggal 20 Januari 1919. Sedangkan untuk lainnya walau ada yang disetujui namun tidak ada yang terlaksana. Liga Bangsa- Bangsa ini punya tujuan pada lain;

Menjamin terdapatnya perdamaian dunia
Melenyapkan peperangan
Diplomasi yang terbuka
Mentaati hukum & perjanjian internasional

Dalam pelaksanaanya, Liga Bangsa- Bangsa ini mempunyai badan- badan untuk mobilisasi aktivitasnya. Diantara badan- badan tersebut pada lain;

Sidang Umum, merupakan sidang dari seluruh bagian setahun sekali di Jenewa, tiap negara bagian punyai 3 orang wakil bersama 1 suara. Badan ini bertugas: a. merundingkan masalah yang nampak & berikan nasihat yang tidak mengikat; b. Membuat konsep keuangan peranan biaya kegiatan Liga Bangsa- Bangsa; c. Memilih hakim sebagai mahkamah internasional; d. Menerima bagian baru; e. Menetapkan / mengubah perjanjian internasional
Dewan Keamanan, punyai lima belas orang anggota, terdiri dari wakil- wakil tetap dari negara besar (lima orang) & wakil- wakil tidak tetap dari negara- negara kecil (sepuluh orang) bergantian tiap-tiap tiga tahun. Adapun tugas dari dewan tersebut adalah: a. Menyelesaikan perselesihan- perselisihan internasional; b. Menjaga negara- negara bagian dari serangan negara lain; c. Pengurangan pengadaan senjata; d. Melindungi & membela Liga Bangsa- Bangsa
Sekretaiat Tetap, sekretariat tetap berkedudukan di Jenewa Swiss, badan ini bertugas: a. Melayani keperluan Liga Bangsa- Bangsa; b. Mencatat perjanjian- perjanjian internasional yang udah di gelar / diadakan
Organisasi- organisasi tambahan terdiri dari panitia- panitia berkenaan urusan ekonomi, keuangan, teknik, kesehtan, mandat, pengetahuan pengetahuan & perhubungan. Diantaranya adalah ILO ( International Labour Organization) & Mahkamah Internasional ( Internasional Court of Justice)

Dalam segala hal cii-ciri Liga Bangsa- Bangsa adalah sukarela ( keputusannya tidak mengikat anggotanya), kedaulatan suatu bangsa tidak boleh dilanggar / di kurangi. Setiap bagian secara sukarela mentaati / tidak mentaati seluruh ketentuan Liga Bangsa- Bangsa. Sebagai contohnya; sangsi boikot terhadap suatu negara, tiap-tiap bagian dibebaskan untuk mobilisasi secara sukarela apakah menunjang / tidak, sehingga sangsi yang diberikan seperti tidaklah berguna. Disinilah keliru satu kelemahan yang dimiliki oleh Liga Bangsa- Bangsa. Karena terkecuali negara yang diberi sangsi itu negara yang kuat, maka negara- negara kecil umumnya tidak berani lakukan ketentuan Liga Bangsa- Bangsa itu. Namun Liga Bangsa- Bangsa tetap mobilisasi cii-ciri seperti ini sehingga Liga Bangsa- Bangsa gagal di dalam mobilisasi tugasnya di dalam mengawal perdamaian internasional.

Hasil- hasil perjanjian perdamaian Liga Bangsa- Bangsa pada lain

Protokol Jenewa ( 1924)
Perjanjian Locarno ( 1925)
Perjanjian Kellog-Briand ( Perjanjian Perdamaian Paris, 1928)

Hasil- hasil Liga Bangsa-Bangsa

Soal kepulauan Aaland
Soal Wilna
Soal Mosul
Soal Manchuria
Soal Ethiopia

Baca Juga :

Mahasiswa Unair Ciptakan Pakan Lele Kaya Nutrisi

Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani

Posted on: July 14, 2019, by :