Sekolah Tak Dilarang Terapkan Full Day School

Sekolah Tak Dilarang Terapkan Full Day School

Sekolah Tak Dilarang Terapkan Full Day School

Sekolah Tak Dilarang Terapkan Full Day School
Sekolah Tak Dilarang Terapkan Full Day School

Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan belajar full day school,

namun bagi sekolah yang telah menjalani program itu sebelumnya dan memiliki kecukupan sarana dan prasarana, maka dipersilakan melanjutkan program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin menuturkan, sekolah yang sudah siap baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun fasilitas penunjang FDS bisa saja menerapkan program tersebut untuk selanjutnya.

Namun untuk di Batam kini program itu memang belum ada yang berjalan, karena karena banyak sekolah yang menerapkan belajar dua shift. Selain itu satu kelas juga diisi 40-45 siswa. “Dari hal ini saja kita sudah tidak siap,” ujarnya.

Dia melanjutkan, mengenai sekolah yang telah menerapkan FDS maka itu dianggap sebagai

percontohan dan ditunjuk langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Secara persyaratan mereka memenuhi FDS. “Itu kita serahkan ke Kementerian, tapi sejauh ini mereka tetap boleh melanjutkan karena memenuhi standar,” sebut pria 59 tahun ini.

Sementara itu, Kepala SDN 006 Sekupang Wan Kasmawati mengatakan tahun ini akan tetap menerapkan sistem penguatan pendidikan berkarakter atau FDS. Hal ini setelah mendapat kepastian dari Kemendikbud bahwa sekolah yang dipilih dan dinilai mampu serta memenuhi persyaratan FDS boleh melanjutkan sistem FDS.

“Semalam (Senin) langsung dikabari orang Kemendibud. Jadi tak ada masalah jika tetap lanjut,

karena secara rasio kami memenuhi yakni 28 siswa satu kelasnya,” kata Wan.

Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya merupakan sekolah yang ditunjuk langsung sebagai percontohan untuk pelaksanaan FDS oleh Kemendikbud sejak tahun 2015 lalu.

Sejauh ini pelaksanaan FDS di SDN 006 Sekupang masih berjalan lancar, aman, dan tidak ada keluhan dari orangtua. Sistem pendidikan lima hari ini membuat semua pelajaran tuntas di sekolah, sehingga siswa tidak lagi memiliki pekerjaan rumah (PR) yang biasanya diberikan oleh guru.

 

Sumber :

http://groupspaces.com/Education30/pages/geography

Posted on: July 9, 2019, by :