Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani

Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani

Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani

Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani
Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani

Belajar sesuatu paling pas dibarengi praktik langsung. Termasuk dalam menekuni materi kewirausahaan

. Ilmu semakin terserap ketika anak diajak aktif mendirikan perusahaan. Ada nilai plus saat ditambahkan konten peduli lingkungan.

ILMU kewirausahaan memerlukan kreativitas dan keberanian. Dua hal itu ditekankan pada murid SDN Airlangga 1 Surabaya. Bukan sekadar teori, mereka juga berpraktik mengelola perusahaan.

Para murid sekolah tersebut banyak menjalani kegiatan wirausaha. Ada produk makanan, minuman, maupun kerajinan tangan. Pelaksananya diprioritaskan pada pelajar kelas IV, V, dan VI.
Air One Company, Usaha SDN Airlangga 1, Jajakan Produk Melatih Berani
TELATEN: Sujiana (kiri) membimbing Jesica Margareta dan Eliya Anggun membuat telur asin; GRAFIS Ada Apa di Air One? (Dika Kawengian/Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Saat ditemui Jawa Pos, sebagian siswa tengah berpraktik membuat telur asin

. Proses pengawetan makanan itu sudah dikuasai Eliya Anggun Wilujeng, siswa kelas V. Sambil dipandu sang guru, Sujiana, Eliya tampak mahir membuat telur asin. Bahkan, dia sendiri yang menghaluskan batu bata yang akan dipakai untuk membalur telur bebek. ’’Setelah ditutup dengan batu bata, 2–3 hari nanti sudah jadi,’’ ujarnya. Telur asin itu termasuk barang dagangan di Air One Company.

Tidak hanya mempelajari pengolahan produk lokal, tetapi juga minuman tradisional. Misalnya, minuman kunyit asam. Selain mendongkrak pamor tanaman lokal, minuman tersebut diyakini berkhasiat bagi kesehatan. Hal itu diungkapkan Jessica Margareta, salah satu siswa kelas V. ’’Pas kita tawarin ke pembeli, kita beri tahu khasiatnya. Misalnya, menambah nafsu makan,’’ katanya.

Produk hasil kreativitas siswa itu berperan sebagai sarana kampanye peduli lingkungan. ’’Staf’’ di Air One mahir mendaur ulang sampah. Produk bernilai jual itu meliputi tempat pensil, sandal, kostum daur ulang, serta tas jinjing warna-warni.

Sampah yang dimanfaatkan kembali itu biasanya berupa sampah plastik

. Bekas kemasan makanan dan minuman yang sudah tidak berguna disulap menjadi hiasan lucu. Bunga plastik karya mereka menghiasi beberapa ruang kelas. Ada pula tempat pensil berbahan kardus bekas.

Selain mengampanyekan cinta lingkungan, Air One Company melatih keberanian siswa. Para murid berjualan di ruang publik dengan memakai kostum daur ulang.

Presiden Air One Company Rifky Rahman Dio menerangkan bahwa kegiatan berjualan itu paling digemari. Meski diakui bahwa beberapa anak sempat malu menjajakan produknya. ’’Kita saling semangati. Apalagi, produk yang kita jual ini dari sampah dan ini menyelamatkan lingkungan,’’ katanya. Berdasar pengalaman berjualan, Dio –sapaan Rifky Rahman Dio– melatih teman-teman sebayanya.

Kepala SDN Airlangga 1 Agnes Warsiati menegaskan, perusahaan siswa tersebut jadi wadah kreativitas. Juga, upaya menumbuhkan rasa cinta lingkungan. Banyak wali murid yang terlibat. Mereka memproduksi kerajinan daur ulang bersama putra-putrinya di sekolah. ’’Kami memang arahkan anak-anak untuk menciptakan produk dari bahan bekas,’’ katanya.

Kegiatan berjualan di tempat umum, menurut Agnes, melatih keberanian anak untuk berinteraksi. ’’Awalnya ada yang malu-malu, apalagi kalau tidak laku. Tapi, sekarang sudah berani menawarkan ke orang,’’ jelasnya.

 

Sumber :

https://harare.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Posted on: July 9, 2019, by :