Payung Hukum Ketahanan Keluarga Masih Parsial

Payung Hukum Ketahanan Keluarga Masih Parsial

Payung Hukum Ketahanan Keluarga Masih Parsial

Payung Hukum Ketahanan Keluarga Masih Parsial Payung Hukum Ketahanan Keluarga Masih Parsial

BANDUNG-Ketua Penggiat Keluarga (GIGA) Indonesia

, Euis Sunarti dalam release yang diterima jabarprov.go.id Selasa (23/6) mengatakan, Undang-Undang (UU) yang selama ini menjadi payung hukum ketahanan keluarga yaitu UU No 10 Tahun 1992 dan UU No 52 tahun 2009, belum mencakup kompleksitas permasalahan keluarga.

Program pembangunan keluarga yang dilakukan belum terpadu, dan belum tepatnya kebijakan yang telah dilakukan. Undang-Undang yang ada masih bersifat parsial dalam pembangunan nasional.

Permasalahan keluarga yang belum tercakup dalam UU

 

yakni seperti masalah ekonomi, misalnya pengelolaan sumber daya finansial di dalam keluarga yang saat ini hanya 60%. Sedangkan pengelolaan sumber daya waktu hanya 17 sehingga minimnya keterampilan mengelola waktu tersebut mengakibatkan minimnya komunikasi antar anggota keluarga dan tingginya angka perceraian.

Contoh permasalahan lain, ujar Euis,

banyaknya anak yang sengaja dititipkan oleh orang tua untuk diasuh oleh orang lain atau tempat penitipan anak, sampai 3 tahun, seharusnya seorang anak harus mendapatkan sentuhan penuh dari kedua orang tuanya. (NR)

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s418/sh/399fe0a2-0d00-4a35-8e46-e0ba2ce7853e/6ee84b8d25d5f3324ee8277fec16e737

Posted on: June 9, 2019, by :