Cermin Karakter

Cermin Karakter

Mirror mirror on the wall. Masih ingat dengan cerita dongeng yang menjelaskan kata-kata tersebut? Yah, film itu sudah tertanam di benak kita mengenai bagaimana cerita Putri Salju dan ketujuh kurcacinya. Awal yang bagus untuk anda mengetahui isi dari artikel ini dengan mudah.

Saya pernah kehadiran seorang pasangan suami istri dari luar negeri, mereka sedang berlibur dan akhirnya mereka berkunjung kepada saya. Mereka asli Indonesia cuma menggantungkan hidupnya sebagian th. ini di luar negeri. Mereka pasangan yang benar-benar pintar, lulus sarjana, tinggal diluar negeri, dan mereka memiliki masalah.

Masalahnya mereka cuma bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran di luar negeri, dan sudah bertahun-tahun tidak tersedia perubahan. Jadi mereka memastikan berkunjung ke saya dan berbicara mengenai apa yang mereka alami.

Singkat cerita saya meminta sang suami menuruti kata-kata saya untuk 5 menit saja. “Bisa anda ke kamar kecil dan melihat disana tersedia cermin, lantas bayangkan diri anda adalah seorang direktur, dan anda melihat orang yang tersedia di didalam cermin itu, apakah anda berkenan menerima dia jadi pegawai anda? Dan apakah dia pantas beroleh bayaran yang memadai menakjubkan diperusahaan anda?” Dia menurut dan ulang ulang terhadap saya serta memberikan jawaban, “tidak saya terima”, istrinya tertawa terbahak-bahak “Dia pecat dan tidak menerima dirinya sendiri”.

Saya tidak berniat menyudutkan sang suami atau merendahkannya, pertanyaan berikutnya saya lancarkan ulang “Apa yang mesti dikerjakan orang yang tersedia di didalam cermin tersebut supaya dia dapat diterima perusahaan anda?” munculah banyak ragam jawaban positif yang intinya adalah tingkatkan mutu hidupnya. Dia merasa dapat memperbaiki gambar dirinya yang rusak. Pertanyaannya, mengapa dapat rusak dan siapa yang merusak?

Cermin Karakter, judul diatas diangkat sebab saya mengidamkan share satu perihal perlu untuk kita seluruh di Indonesia. Seperti apa sih kita melihat diri kita sendiri kala ini? Apa sih kita ini? Pertanyaan yang memadai mengusik kita bukan?

Dasar menentukan ketinggian. Ddasar apa yang tersedia di hidup anda bakal menentukan ketinggian hidup anda. Segala suatu hal yang tinggi, secara alami memiliki dasar yang berlainan dengan yang pendek. Umumnya yang tinggi dasarnya lebih kuat.

Bangunan 8 lantai, bakal berlainan dengan bangunan 2 lantai didalam ukuran dasarnya. Kecepatan pc anda tergantung dengan dasar (prosesor dan memory) yang tersedia di didalam pc anda, dan pc anda dapat merespon game atau program yang berbeda. Versi lama untuk dasar yang rendah dan versi baru perlu dasar yang jauh lebih kuat.

Dari cerita di atas sang suami tidak memiliki gambar diri yang baik, dan kendati dia memiliki gelar yang baik, namun dia tidak memiliki dasar yang baik. Tantangan hidup di dunia ini bukan hanya embel-embel gelar anda, namun tersedia suatu hal yang tidak kelihatan namun menentukan, apa itu? Karakter!

Untuk segala suatu hal yang mengidamkan kita kuasai dengan baik, kita mesti BELAJAR, itulah hukumnya dan tidak dapat ditawar. Karakter bakal mendidik hidup kita untuk konsisten berkembang dan meninggi. Ingat, tersedia sebagian dari kita yang percaya dengan arti ini “Nanti dia bakal mengetahui sendiri” atau “Nanti jika sudah tua baru dia bakal mengerti”, benarkah demikian? Tidak benar! Ingat diawal paragraph di tulis “Untuk segala suatu hal yang mengidamkan anda kuasai dengan baik, anda mesti BELAJAR”.

Jika saya tidak dapat berenang, dan tanpa saya berkenan studi berenang apakah saya bakal mengetahui sendiri dan mengetahui caranya berenang? Jika saya tidak dapat bermain piano apakah mendadak begitu umur saya tua saya dapat main piano? Begitu termasuk bhs ingris dan bhs mandarin? Semoga anda sepakat dengan ungkapan ini.

Apalagi studi mengenai disiplin, studi mengenai jujur, studi menjunjung dan studi sopan santun. Apa seluruh itu tiba-tiba tersedia di didalam diri kita jika kita tua, jika kita tidak pernah berkenan studi dan melakukannya serta membiasakannya? Ada baiknya anda baca ulang dua paragraf ini sekali ulang atau dua kali ulang dan coba renungkan.

Mendidik karakter anak dan remaja mesti diupayakan dan diinformasikan kepada anak anda atau orang dewasa yang mesti pergantian didalam hidupnya. Bukan hanya nanti kala tua dia bakal mengetahui sendiri, dan terlambat lantas menyesal “Mengapa saya baru mengetahui saat ini ya, kok tidak dari dulu.” Penyesalan sesungguhnya senantiasa di akhir, sebab jika diawal namanya pendaftaran.

Cermin Karakter, dapat anda memanfaatkan secara independent untuk mengevaluasi diri anda apakah anda melihat seseorang yang sudah maksimal dikehidupannya, seseorang yang sudah maksimal jadi orangtua, sebagai suami atau istri yang baik, sebagai kawan yang baik. Anda dapat bertanya lebih-lebih yang diperlukan supaya pribadi di depan saya ini dapat maksimal didalam kehidupannya? Dan anda bakal temukan jawabannya.

Memberikan evaluasi diri dan memberikan kala kepada diri sendiri adalah dasar untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri kita. Saya sengaja mengkaji anggota ini untuk kita orang dewasa dahulu, saat ini apa manfaat Info ini bagi anak-anak?

Saat anda menjadikan diri anda jauh semakin maksimal di didalam kehidupan anda, maka anda dapat jadi teladan yang baik bagi mereka. Anda dapat tularkan ini kepada mereka, anda dapat jauh lebih enteng membimbing mereka, dan menularkan cara ini kepada mereka dan mereka dengan enteng mengetahui apa yang mesti diperbaiki tanpa merasa kebingungan dengan sikap marah-marah yang sering kita lancarkan tanpa memberi mengetahui mereka mesti berbuat apa.

Saat anda memiliki karakter yang konsisten berkenan dikembangkan, maka anda tidak mesti terperanjat kala tiba-tiba anda memiliki reputasi yang baik dan kokoh. Karena dasar yang bagus, dari sana dapat dibikin apa saja yang dapat menjulang tinggi dan kokoh.

Semoga satu cara ini dapat menolong kita seluruh dan menolong anak-anak yang kita cintai.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Posted on: May 26, 2019, by :