3 Alasan Mengapa Lagu Anak Semakin Langka

3 Alasan Mengapa Lagu Anak Semakin Langka

3 Alasan mengapa lagu anak makin langka – Benarkah lagu anak Indonesia makin langka? Jika benar maka wajar jikalau anak condong mengonsumsi lagu untuk orang dewasa atau remaja. Ini memadai mengkuatirkan jikalau mengacu terhadap apa yang kerap diungkapkan oleh pakar pendidikan.


Lagu yang dikonsumsi anak terlampau berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh gara-gara itu lagu anak harus ditampilkan bersama lirik dan nada yang gampang dicerna oleh otak anak. Lagu anak punya kandungan nilai pembawaan baik untuk perkembangan kepribadiannya. Itulah idealnya.

Tak dapat dinafikan jikalau perkembangan lagu-lagu remaja dan orang dewasa akhir-akhir ini telah menggeser keberadaan lagu anak-anak Indonesia. Trend musik yang berkembang berasal dari hari ke hari telah menjauhkan anak berasal dari pembawaan yang cocok bersama usia dan taraf perkembangannya. Anak-anak pun jadi latah membawakan lagu remaja dan dewasa.
Lagu anak dekade 70 dan 80-an
Jika menoleh jauh ke jaman silam, dekade th. 70 dan 80-an misalnya. Lagu anak tengah mengalami perkembangan. Orangtua di tempat tinggal sengaja membelikan anaknya pita kaset lagu anak Indonesia berasal dari artis cilik.

Sebutlah Adi Bing Slamet, Chica Koeswoyo, Ira Maya Sopha, dan Yoan Tanamal. Selain itu, tempat penyiaran seperti telivisi (TVRI satu-satunya) dan RRI kerap menampilkan lagu anak didalam acara tertentu anak-anak.

Dekade 90-an boleh dikatakan dekade keemasan lagu anak Indonesia. Hal ini sejalan bersama bermunculannya tempat penyiaran. Di samping TVRI, chanel televisi swasta pun bermunculan. Untuk mengejar pemirsa, TV swasta berebut menayangkan acara dan lagu anak.

Artis cilik yang disukai banyak orang antara lain; Joshua, Tina Toon, Trio Kewk-kwek, Cindy Cenora, dan tetap banyak yang lainnya. Kini artis cilik selanjutnya telah jadi remaja dan orang dewasa. Tentu saja mereka boleh bangga gara-gara terhadap masanya, artis cilik selanjutnya telah merubah perkembangan otak anak menajdi lebih baik.

Namun jaman keemasan lagu anak itu seakan telah berakhir. Lagu anak Indonesia pun makin langka. Menurut perhatian admin, sekurang-kurangnya ada 3 faktor penyebab mengapa lagu anak Indonesia jadi langka;

1.Keluarga telah enggan memutar lagu anak
Hampir seluruh keluarga mempunyai tempat televisi. Acara yang disuguhkan oleh beraneka chanel TV swasta makin banyak variasi dan menarik. Anggota keluarga lebih banyak menghabiskan saat istirahat di tempat tinggal bersama saksikan acara selanjutnya ketimbang memutar lagu anak-anak lewat pemutar musik yang ada.

2.Media penyiaran jarang menayangkan lagu anak
Media elektronik seperti TV dan radio telah jarang menayangkan lagu anak. Musik hiburan yang ditayangkan lebih condong memuaskan kepentingan orang dewasa. Barangkali perihal ini perihal bersama rating penyiaran. Lagu-lagu orang dewasa dan remaja bersama judul dan lirik yang aneh justru lebih banyak menimbulkan pirsawan ketimbang musik dan lagu anak.

3.Produser dan pencipta lagu tidak cukup gairah
Kaset dan CD lagu anak tidak cukup laris di pasaran. Kemajuan teknologi menyebabkan penduduk melacak langkah praktis. Jika dambakan mempunyai koleksi lagu anak, seperti memadai mendownload file MP3 dan MP4-nya di internet ketimbang membeli kaset dan CD yang aslinya.

Itulah 3 faktor utama penyebab langkanya lagu anak Indonesia berdasarkan perhatian dan analisa admin.

Baca Juga :

Posted on: May 26, 2019, by :