Unpad Kembangkan Aplikasi E- Aparatur

Unpad Kembangkan Aplikasi E- Aparatur

Unpad Kembangkan Aplikasi E- Aparatur

Unpad Kembangkan Aplikasi E- Aparatur
Unpad Kembangkan Aplikasi E- Aparatur

BANDUNG – Sejumlah dosen Universitas Padjadjaran mengembangkan metode efektif

untuk memudahkan pengukuran analisis jabatan, beban kerja, hingga evaluasi jabatan bagi perangkat aparatur sipil negara (ASN) dengan memanfaatkan aplikasi teknologi informasi.

Proyek aplikasi bernama “E-Aparatur” ini dikembangkan para dosen Departemen Administrasi Publik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, diantaranya Yogi Suprayogi Sugandi, PhD, Dr. Sawitri Budi Utami, Dr. Dedi Sukarno dan Dr. Ramadhan Pancasilawan.

Yogi menjelaskan proyek “E-Aparatur” bermula dari riset penyusunan analisis jabatan dan beban kerja suatu pemerintah provinsi dengan menggunakan metode manual. Dikatakan manual karena ia dan tim harus memasukkan satu persatu data ke dalam aplikasi pengolah angka.

“Dari hasil penyusunan ini kami cetak dan ternyata salah, karena ada berbagai macam peraturan yang mengatur analisis jabatan, analisis beban kerja, dan evaluasi jabatan,” katanya.

Yogi mengatakan setidaknya ada 3 instansi terkait yang mengeluarkan peraturan mengenai

analisis jabatan, beban kerja, dan evaluasi jabatan. Tiga instansi tersebut yaitu Kemenpan RB, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Negara.

Ketiga peraturan tersebut memiliki versi penghitungan yang berbeda. Hal ini kerap membingungkan para pelaksana pemerintah daerah. Setiap pelaporan analisis kepada kementerian terkait harus dibuat berdasarkan peraturan yang dikeluarkan.

“Jadinya teman-teman di pemerintahan harus buat 3 dokumen, itu bisa mengeluarkan biaya sampai 5 Miliar Rupiah,” kata Yogi.

Menangani permasalahan tersebut, Yogi bersama tim membuat sistem aplikasi

berdasarkan satu asesmen. Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung, aplikasi tersebut memasukkan penilaian dari 3 peraturan yang ada, yaitu Permendagri Nomor 35 tahun 2012, Permenpan Nomor 33 tahun 2011, dan Peraturan BKN Nomor 12 tahun 2011.

Aplikasi “E-Aparatur” selanjutnya akan dikembangkan untuk mengukur proses evaluasi jabatan, hingga sampai pada penilaian kerja individu dan kompetensi. Penilaian kompetensi ini menggunakan empat indikator, yaitu manajerial, sosio kultural, teknis, dan pemerintahan. (jo)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

Posted on: April 14, 2019, by :