Mengenai Kiat Menghimpun Dana Investor

Mengenai Kiat Menghimpun Dana Investor

Mengenai Kiat Menghimpun Dana Investor

Mengenai Kiat Menghimpun Dana Investor
Mengenai Kiat Menghimpun Dana Investor

Seiring maraknya investor yang hendak menanamkan modal di perusahaan rintisan, ada baiknya kita memahami proses penghimpunan dana untuk rintisan. Bagaimana cara memilih investor yang baik? Bagaimana menyusun perjanjian awal (term sheet) yang menguntungkan? Apa kiat-kiat dalam menghimpun dana?

Berikut adalah sedikit cara untuk menghimpun dana. Semoga mencerahkan teman-teman sekalian.

Memilih investor yang tepat

Banyak investor saat ini tentu sangat memudahkan. Saat ini terdapat paling tidak 10 investor yang siap mengucurkan dana, dan sampai akhir tahun ini jumlahnya bisa berlipat ganda. Namun hati-hati, jangan sampai kita memilih investor yang salah.

Galilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai investor yang sedang bernegosiasi dengan kita — mulai dari keabsahan perusahaan, kondisi keuangan, dan karyawan. Cari tahu juga asal uang investasi mereka, tipe perusahaan portofolio dan sebagainya. Hal ini akan berguna supaya Anda bisa mengenal mereka lebih jauh, apa kesukaan mereka, ukuran investasi mereka, berapa persen yang biasa mereka ambil dan kebiasaan investasi lainnya.

‘Elevator pitch’ dan demo

Elevator pitch adalah proses mengenalkan produk Anda kepada investor dalam waktu singkat (karena banyak investor adalah orang sibuk dan tak punya banyak waktu). Bayangkan Anda berada dalam satu lift dengan seorang investor dan memperkenalkan produk Anda hingga ia tertarik.

Dari sini tentu pembicaraan bisa berlanjut dengan lebih mudah, dan saatnya untuk Anda menunjukkan demo dari rintisan Anda kepada investor. Kalau Anda belum memiliki prototipe, lebih baik Anda tidak membuang waktu sang investor dan selesaikan produk Anda (kecuali si investor memang bersedia mengucurkan dana hanya untuk ide Anda).

Model dan rencana bisnis

Banyak perdebatan yang terjadi karena masalah model bisnis ini; apakah harus ada atau nanti saja? Tentunya tidak ada jawaban yang mutlak benar karena kedua pilihan sudah terbukti berhasil. Twitter, Google dan Facebook adalah salah satu contoh rintisan yang model bisnisnya muncul belakangan, sedangkan rintisan seperti Groupon justru sebaliknya.

Investor pun terpecah. Ada tipe investor yang mensyaratkan rencana bisnis, ada pula yang tidak bermasalah dengan rencana bisnis. Tinggal tergantung mana investor yang Anda kenal dan tingkat ketertarikannya, karena pada akhirnya semuanya tetap kembali ke bisnis.

Keuntungan dan penilaian perusahaan

Poin ini tergantung pada poin sebelumnya mengenai model dan rencana bisnis. Jika rintisan Anda sudah punya model bisnis, ada baiknya Anda mencoba menghasilkan keuntungan (walaupun sedikit) sebelum Anda mencari investor. Sebab jika model bisnis Anda sudah terbukti  menghasilkan, maka penilaian perusahaan pun menjadi lebih tinggi dan lebih menarik.

Penilaian (atau valuasi) adalah faktor paling kritis. Ini akan menentukan apakah investasi akan terjadi atau tidak, apakah terlalu mahal atau terlalu murah, keduanya bisa membuat investor menarik diri dari negosiasi. Penilaian ini tentunya bukan sekedar hitungan angan-angan, atau berapa jumlah uang yang Anda cari, melainkan plafon untuk menghargai aset dan perencanaan bisnis Anda. Penilaian kasar adalah aset yang perusahaan Anda miliki ditambah dengan perkiraan keuntungan selama 3 tahun. Namun ingat, ini hanyalah perhitungan penilaian kasar, tidak bisa dijadikan acuan untuk investasi.

Perjanjian awal

Setelah Anda dan investor sudah setuju di angka penilaian tertentu, sesuai dengan aset, keuntungan dan lain-lain, saatnya Anda dan investor membicarakan mengenai proses-proses dalam investasi ini. Berapa persen saham untuk investor? Berapa uang yang diberikan oleh investor sebagai bagian investasi? Bagaimana perjanjian pembayarannya? Dan lain-lain.

Perjanjian awal ini sifatnya sangat cair, tidak ada butir-butir yang tepat melainkan disesuaikan untuk setiap kesepakatan yang terjadi. Jadi semua perjanjian yang menyangkut strategis, teknis dan operasional perusahaan selama dan setelah berlangsungnya investasi bisa dituangkan dalam perjanjian awal.

Uji tuntas

Ini adalah proses verifikasi dimana investor akan mengevaluasi perusahaan Anda: Apakah benar sudah dilegalisasi, apakah benar jumlah karyawan beserta gajinya, kondisi kantor, keuntungan, klien dan semua hal yang telah diperbincangkan di awal dan dituangkan di perjanjian awal.

Proses ini tidak hanya berlaku ketika penghimpunan dana, tetapi juga ketika dalam proses akuisisi karena proses ini sebagai justifikasi dari penilaian yang Anda kemukakan kepada investor atau calon pembeli. Kalau ternyata yang diverifikasi ini tidak sesuai dengan penyataan awal, maka tentu perjanjian awal harus dinegosiasikan ulang.

Pembayaran

Hal yang paling menarik dari investasi tentunya pembayaran. Namun biasanya masih ada syarat yang diajukan oleh investor. Ada beberapa kasus dimana investor akan membayarkan uang investasi secara bertahap selama beberapa tahun, ada juga perjanjian awal yang menyatakan bahwa pembayaran akan dibayarkan jika perusahaan mencapai target tertentu di bulan tertentu.

Hal ini juga nantinya harus dibicarakan antar kedua belah pihak dan dituangkan ke dalam perjanjian awal.

Posted on: April 4, 2019, by :