Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip Bimbingan Konseling
Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno, 1997:219).

Bimbingan dan konseling harus didasarkan pada prinsip nondiskrimatif, kontektualitas, intregalitas dan kemandirian. Keempat prinsip ini harus menjadi landasan bagi gerak langkah penyelenggaraan kegitan bimbingan dan konseling di sekolah. Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan, sasaran layanan, jenis layanan dan kegitan pendukung, serta
berbagai aspek oprasionalisasi pelanan bimbingan dan konseling.

Prinsip-prinsip tersebut adalah:

  1. Prinsip non-diskriminatif

Prinsip ini berhubungan dengan layanan yang berdasarkan pada  prinsip kesetaraan, yakni BK tidak membedakan konseli karena latar belakang suku, agama, status social dan jenis kelamin:

(a) melayani semua individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku,agama, dan status social;

                        (b) memperhatikan tahap perkembangan;

                        (c) perhatian adanya perbedaan individu dalam layanan.

  1. Prinsip Integralitas, meliputi:

(a) bimbingan dan konseling meliputi integral dari pendidikan dan pengembangan individu, sehingga program bimbingan dan konseling diselarakan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik;

(b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungannya;

(c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu;

(d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penolaan hasil layanan.

  1. Prinsip Kontektualitas

prinsip yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang dialami individu.

Prinsip ini meliputi:

(a) pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuain pengaruh lingkungan, baik di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar, (https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/gambar-jaringan-tumbuhan-dan-cirinya/)

(b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan
social, ekonomi dan budaya.

  1. Prinsip kemamdirian

yakni berkaitan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan, meliputi:

(a) BK diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri;

(b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas
kemauan diri sendiri;

(c) permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli atau profesional yang relevan dengan permasalahan individu;

(d) Perlu adany a kerjasama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu; dan

(e) proses pelyanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.

Posted on: March 20, 2019, by :