ETER (Alkoksi Alkana)

ETER (Alkoksi Alkana)

ETER (Alkoksi Alkana)

ETER (Alkoksi Alkana)
ETER (Alkoksi Alkana)

a. Tentang Eter

Eter adalah senyawa yang mempunyai rumus empiris sama dengan alkohol, dengan kata lain, Alkohol dan Eter adalah isomer fungsi.
Jika Alkohol mempunyai rumus R -OH, maka eter mempunyai rumus R -O- R’, dimana R dan R’ adalah gugus alkil.

b. Tata Nama

Nama untuk eter ada 2 (dua) jenis, yaitu nama IUPAC (alkoksi alkana) dan nama Trivial (Eter).

RUMUS STRUKTUR NAMA IUPAC NAMA TRIVIAL (ETER)
CH3 -O- CH3         metoksi metana metil eter/dimetil eter
C2H5 -O- CH3         etoksi metana etil metil eter
C3H7 -O- C2H5         propoksi etana etil propil eter

c. Sifat Fisik

– Eter mempunyai titik didih < alkohol, yaitu berkisar pada 60 s.d. 65 derajat Celcius
– Eter lebih sukar larut dalam air, karena sifatnya yang kurang/tidak polar

d. Reaksi-Reaksi pada eter

i. Pembakaran
eter + O2 –>  CO2  +  H2O
ii. Reaksi dengan Asam Halida (HCl, HBr, HI)
> CH3 -O- CH3   +  HBr –>   CH3 -OH +   CH3 -Br
> CH3 -O- CH3   + 2HBr –>  2CH3 -Br   +   H2O
iii. Reaksi dengan PCl5
> CH3 -O- CH3   + PCl5  –>  2 CH3 -Cl  +  POCl3

e. Kegunaan Eter

Eter paling banyak digunakan dalam industri farmasi, yaitu sebagai anestesi (obat bius) dan pelarut senyawa karbon maupun bahan organik.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Posted on: January 9, 2019, by :