Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

disini siapa yang tidak ingin punyai banyak uang? Bisa membeli apa saja dari barang sampai jasa, membayar utang-utang dan menimbun kekayaan tentunya. Uang nyaris tidak mampu dilepas dari kehidupan sehari-hari. Apa-apa perlu uang. Dalam perekonomian, duwit diasumsikan sebagai bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan mesin perekonomian. Tapi tahukah kamu pergerakan duwit didalam perekonomian terbujuk oleh adanya teori permintaan dan penawaran duwit lho. Penasaran apa itu teori permintaan dan penawaran uang? Keep scrolling!

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

permintaan duwit di sini disimpulkan sebagai suatu kebutuhan penduduk akan duwit tunai. Jadi kalau penduduk perlu duwit bearti terlihat permintaan uang. Nah, berdasarkan teorinya permintaan duwit dibagi jadi dua bagian yaitu:

1. Teori Liquidity Preference Keynes

Menurut Teori Keynes ada tiga stimulus orang memegang uang, yakni untuk transaksi, berjaga-jaga, dan memperoleh keuntungan. Nah, selanjutnya penjelasannya:

a) Motif Transaksi

Masyarakat memegang duwit bersama obyek untuk mempermudah kesibukan transaksi sehari-hari. Contohnya, kalau kamu ingin membeli pensil di koperasi bayarnya kudu bersama duwit cash (transaksi jual beli).

b) Motif Berjaga-jaga

Squad, arti dari berjaga-jaga di sini adalah untuk persiapan menghadapi hal-hal yang tidak di inginkan atau yang tidak terduga. Misalnya, sakit atau mengalami kecelakaan kalau tidak punyai tabungan, bagaimana bayarnya hayo?

c) Motif Mendapatkan Keuntungan

Nama lain dari motif ini adalah stimulus spekulasi. Misalnya, kamu membeli emas selagi harga emas sedang rendah dan menjualnya kembali selagi harga emas selanjutnya naik. Nah, disinilah maksud dari sepkulan, selisih harga beli dan jual mampu menghasilkan keuntungan.

2. Teori Kuantitas (Klasik)

Teori klasik ini membicarakan berkenaan jalinan antara penawaran dan permintaan, menitikberatkan duwit dari sudut pandang kuantitas. Eits, ternyata didalam teori ini terlihat dua pandangan dari dua tokoh besar yakni David Ricardo dan Irving Fisher.

Selanjutnya adalah penawaran duwit yang merupakan kuantitas duwit yang beredar di masyarakat. Jangan sedih, penawaran duwit termasuk ada teorinya, yakni:

a. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank

Teori ini merupakan uraian dari sistem standar emas, dikala emas jadi hanya satu alat pembayaran. Jumlah duwit beredar atau duwit yang di tawarkan di penduduk naik atau turun cocok bersama tersedianya emas di masyarakat.

b. Teori Penawaran Uang Modern

Dalam sistem standar kertas bersama otoritas moneter yakni Bank Sentral yang produksi duwit primer. Lembaga keuangan (perbankan) merupakan produsen duwit sekunder bagi masyarakat. Keduanya berhubungan amat erat gara-gara duwit sekunder (uang giral) cuma mampu tumbuh gara-gara ada duwit primer.

Baca Juga :

Posted on: December 21, 2018, by :