Beberapa Tipe Stres di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Tipe Stres di Tempat Kerja

Beberapa Tipe Stres di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Mengalami stres di daerah kerja adalah perihal yang tidak mampu dihindari untuk para pekerja profesional. Namun kalau dibiarkan, kondisi ini mampu menambahkan efek besar kepada mutu kerja hingga memengaruhi mutu hidup Anda, lho, Rekan Kerja. Bahkan, stres akibat pekerjaan mampu menyebabkan gangguan saraf, menyebabkan insomnia, dan berkontribusi pada kasus kesehatan seperti penyakit jantung dan depresi. Tentu Anda tidak idamkan perihal ini terjadi bukan?

Tipe Stres di Tempat Kerja

Nah untuk itu, Anda kudu mampu segera menemukan sumber kasus stres untuk mendukung Anda melawannya. Berikut adalah tipe stres di daerah kerja yang kudu Anda kenali dan terhitung cara mengatasinya.

1. Selalu sibuk tanpa jeda

Ciri-ciri tipe stres yang satu ini kebanyakan mampu dicermati dari mobilitas kerja Anda yang selalu sibuk dari datang hingga selagi jam pulang kantor. Bahkan, lembur telah menjadi aktivitas yang biasa untuk Anda. Anda seperti tidak mampu sesuaikan jam kerja sendiri, dan jadi seperti dikendalikan oleh orang lain. Saat satu pekerjaan telah nyaris selesai, tiba-tiba Anda mendapat tugas berikutnya dari atasan. Anda tidak mampu bekerja bersama jenis sendiri atau pilih project yang idamkan Anda kerjakan.

Jenis pekerjaan yang dikenal sebagai “high demand, low control” ini mampu menyebabkan tekanan psikologis, kata Peter L. Schnall, MD, seorang pakar stres kerja dari University of California. Solusi untuk hadapi stres akibat jenis kerja semacam ini mampu diatasi bersama lebih terlibat dalam pengambilan keputusan.

2. Pekerjaan yang kurang dihargai

Apakah Anda telah bekerja bersama terlalu keras, tapi jadi tidak menerima kredit atau kompensasi yang sepadan? Walaupun telah banyak sekali bisnis dan juga pengorbanan, bahkan keringat dan air mata yang telah Anda jalankan untuk atasan, tapi Anda belum menerima kenaikan gaji, promosi, atau bahkan pernyataan yang lebih dari atasan. Semua jerih payah yang telah Anda jalankan cuma menyebabkan atasan keluar lebih baik di hadapan pimpinan.

Kondisi “ketidakseimbangan imbalan-kerja” ini mampu menyebabkan munculnya stres kepada mereka lebih-lebih orang-orang yang begitu stimulan untuk mengejar pernyataan di kantor. Untuk mengatasi sumber stres yang satu ini, Anda mampu coba untuk mendiskusikan obyek karir Anda kedepan bersama atasan. Mungkin Anda tidak akan meraih imbalan yang diinginkan dalam selagi dekat. Namun, Anda mampu meraih uraian mengenai cara memperbaiki diri dan sesuaikan langkah karir kedepan.

3. Tempat kerja yang tidak adil dan tidak hormat pada karyawan

Keputusan manajemen yang tidak berdasar dan sewenang-wenang, karyawan yang diperlakukan seperti anak-anak, atau ada perilaku tidak adil dari atasan mampu menjadi sumber stres dalam bekerja. Tempat kerja yang tidak tersedia rasa hormat kepada karyawan, atau tidak transparan terhitung condong menyebabkan karyawan tertekan. Dr Schnall mengatakan, “kapan pun seseorang jadi mereka diperlakukan secara berbeda atau tidak adil, ia akan mengalami stres yang berpotensi membahayakan untuk mereka”.

Mungkin Anda tidak mampu sesuaikan kondisi di daerah kerja kalau tersedia kasus seperti ini, tapi Anda mampu mengeskalasi kasus ini kepada bagian HR yang mampu dipercaya.

4. Merasa tersingkir

Karyawan yang jadi tersingkir tentu menyebabkan mereka seperti sendirian. Anda jadi tidak meraih bantuan atau bimbingan yang lumayan dari atasan. Saat Anda idamkan mencurahkan mengisi hati, tidak tersedia orang atau kolega yang mampu Anda percaya untuk mendengarkan cerita Anda.

Pendukung karir paling baik di daerah kerja adalah atasan, sedangkan kolega adalah orang yang akan menambahkan bantuan emosional. Jika Anda tidak meraih keduanya, maka Anda akan jadi seperti orang asing yang terdampar di daerah kerja. Cobalah untuk memperbaiki pertalian sosial di kantor bersama cara mengomunikasikan kebutuhan Anda pada atasan, dan berkata lebih personal bersama kolega.

5. Menjadi tahanan teknologi

Sebagian besar kantor kebanyakan akan menyediakan laptop atau ponsel perusahaan untuk para karyawannya. Berkat ada kebijakan ini, atasan menjadi bebas untuk menghubungi Anda setiap selagi dan setiap waktu. Jika Anda berkesinambungan terhubung bersama urusan kantor, Anda mampu ada masalah dalam membedakan pada pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Menurut Dr Rosch, seorang profesor klinis kedokteran dan psikiatri di New York Medical College, technostress merupakan sebuah kasus perlu yang makin lama berkembang selagi ini. Nah, untuk menjaga diri dari stres mental dan fisik akibat teknologi, Anda kudu jelas bagaimana caranya untuk beristirahat dari gadget. Matikanlah gadget kantor Anda dan jadwalkan selagi tenang, andaikata pada jam 9 malam hingga 8 pagi. Fokuskan diri Anda untuk relaksasi dan membersihkan asumsi dari urusan pekerjaan.

6. Stres akibat kelelahan

Karyawan mampu menjadi stres selagi ia terlalu jadi lelah, baik secara fisik maupun emosional, hingga ke titik Anda menjadi sukar untuk berfungsi atau bekerja bersama baik. Kelelahan yang luar biasa berasal dari stres yang terkait bersama intensitas kerja yang berkepanjangan. Burnout atau kelelahan paling kerap terjadi pada pekerjaan bersama lingkungan kerja berisiko tinggi. Namun, tentu perihal ini terhitung mampu terjadi pada nyaris semua tipe pekerjaan.

Biasanya, tubuh Anda akan menambahkan sinyal awal seperti pusing hingga idamkan muntah dikarenakan terlalu banyak berpikir. Bahkan stres yang berkepanjangan terhitung mampu menyebabkan kondisi hati menjadi negatif, kurangnya stimulan hingga depresi. Jika Anda mengalami perihal ini, segera diskusikan bersama atasan dan ajukan cuti.

7. Stres dikarenakan takut

Seorang penulis bernama Robert Maurer mengungkap bahwa stres merupakan samaran dari rasa takut untuk pegawai, lebih-lebih mereka yang berada di level atas. Gejala yang keluar akibat stres ini seperti otot yang tegang dan kaku, gangguan tidur hingga tidak ada nafsu makan. Gejala ini serupa seperti gejala yang dialami oleh seseorang yang tengah mengalami ketakutan.

Saat Anda jadi terintimidasi bersama besarnya tanggung jawab yang diberikan oleh atasan atau tanggung jawab yang kudu Anda kerjakan, Anda berisiko untuk mengalami stres dikarenakan rasa takut. Untuk mengatasi kondisi ini, dibutuhkan ada bantuan dan berbagi asumsi bersama orang terdekat.

Itulah tadi tujuh tipe stres yang mampu terjadi di daerah kerja.

Selengkapnya : gurukelas.co.id

Posted on: December 21, 2018, by :